Minggu – 25 mei 08, rencana perjalanan rombongan motor kali ini sebenarnya Tower – Tangkuban perahu, lewat jalur sukawana – parongpong berkumpul di rumah paman Agus pukul 8 pagi. Berhubung motor TS yang baru diambil di Kanit Intel bermasalah pada packing, (sempet 7 bulan ngendon di polisi, motor suzuki TS yang notabene 2 tak – seketika berubah menjadi 4 tak karena tidak pernah mengkonsumsi oli samping, terbukti pada saat dinyalakan pertama kali oleh paman Agus ‘81, tidak ada sedikit pun asap knalpot yang menjadi ciri khas motor 2 tak ).
Masalah bermula saat Pa iman ‘81yang hendak ke pasar Lembang menggunakan motor ini terlebih dahulu, setelah isi bensin ternyata motor ga bisa hidup dan ternyata packing head bocor. Setelah di “rescue ” akhirnya ganti packing dulu di rumah P Iman ….Lumayan tuh agak lama, setelah selese beres2 dan dipacu dari rumah yg terletak di Baru AJak – Lembang, menuju Sukawana Parongpong….
Sekitar 5 menit, rombongan yang terdiri dari Agus ‘81(motor CB), Iman ‘81(motor TS), Gatut ‘89(motor CB bermuka TS),Roy n chantau ‘01(boncengan pake Scorpio ???), sy sendiri (Motor TS) sampe di tanjakan pertama dekat “ALam sejuk Camping Ground”, Motor yg dikendarai pa Iman, ngadat lagi…Kenapa?…ternyata packing kembali bermasalah disebabkan krn mur pada blok silinder head yang memang tidak bisa kencang, solusi langsung diambil menuju bengkel terdekat untuk nge tap blok sylinder head dan ganti dengan baut tanem 14-12… memang sepertinya ada masalah pada pengencangan mur cylinder head. Perlu diingat bahwa motor TS memiliki kompresi yang lumayan tinggi, ada kalanya klo sudah terlalu lama, baut diantara silinder head jadi merusak rumahnya, sehingga harus diganti dengan baut tanem dengan ukuran lebih besar dan sebelumnya di-tap terlebih dahulu.
Bengkel pertama ternyata tidak memiliki baut tanem 14-12, hanya bisa nge-tap, bengkel kedua hanya punya baut tanem 2 biji, untuk mininal baut yg rusak butuh 3 – berarti kurang satu. Akhirnya ditunjukkan oleh montir bengkel kedua, menuju bengkel ketiga milik pa Kupra yang terletak dekat patrol – belok kiri (jalan dari arah ciwaruga – deket pintu masuk ke sukawana …pusing kan, ga usah dipikirin lanjut membaca..)….ternyata wisata bengkel terbukti, disini pun tidak ada baut tanem hanya bisa nge-tap, …Roy n gatut akhirnya ‘ekspedisi’ ke bengkel lain, dengan pertimbangan di bengkel pa kupra ini bisa nge-tap, tinggal cari sisa baut yang belum ada.
Sekitar pukul 14.30 rombongan tim bergerak menuju sukawana dilanjutkan ke jayagiri dan gunung putri, perubahan jalur dilakukan mengingat waktu yang tidak memungkinkan. Jalur pertama berupa batu-batu lepas yang bisa membuat kita jatuh klo tidak berhati-hati, setelah melalui pertigaan antara pabrik teh dan sukawana, jalan berubah antara batuan dan tanah dengan lingkungan sekitar berupa pohon2 pinus dan sebagian menjadi kebun lahan kering. Beberapa rintangan mudah dapat dilewati tanpa hambatan berarti.

Sepanjang jalan bertemu, beberapa penggiat alam bebas yang bervariasi. Mulai dari penduduk lokal yang membawa rumput untuk makanan ternak, para Motoris seperti kami, penggiat Air Soft Gun,yang terlihat berkumpul lengkap dengan baju penyamaran dan pelindung tangan – rompi – helm dan kacamata, bahkan acara fun offroad pemuda2 dari jakarta yang diangkut oleh LandRover.
Sampai di Warung, Jayagiri. Istirahat dan menikmati kopi dan makanan kecil yang ada di warung. Tak lama kemudian beberapa motor segera menuju jalan raya menuju Parkiran tangkuban perahu. Mungkin tidak sampai lima menit sudah sampai di jalan hotmix… menikmati pemandangan sejenak, terlihat di sebelah tenggara jajaran patahan lembang dan manglayang terlihat samar-samar.
Perjalanan dilanjutkan kembali menuju Baru Ajak, melalui jalur Gunung Putri. Jalan masih berupa tanah dan sebagian masih berbatu dengan lingkungan sekitar pohon pinus. Hari mulai senja setiba di Gunung Putri, panorama disebelah barat terlihat matahari di belakang Gunung burangrang, jalan berubah menjadi aspal berpasir yang mulus, walau sedikit bergelombang.

Foto selanjutnya di sini









Kalo ada lagi fun offroad pake motor boleh juga ikut
Beberapa kali saya main ke Jayagiri, Gunung Palasari dan Gunung Manglayang… yang saya dapatkan adalah jalan setapak yang rusak parah karena gerusan roda motor. Apalagi di musim hujan, berubah jadi kubangan semua. Duh, jadi sedih… Alam yang semestinya hening dan segar bebas dari polusi malah bising oleh suara mesin motor dan penuh asap knalpot. Habitat hewan yang sudah semakin terdesak kini makin terganggu oleh suara raungan motor dan asap… Penduduk sekitar yang rutin menggunakan jalan setapak juga jelas terganggu… Seperti inikah pencinta alam?
Terimakasih untuk rekan Wahyu untuk kritik dan masukannya. Ada baiknya juga bagi rekan2 penggiat motor, untuk tidak menggunakan jalur tanah pada saat tanah basah atau musim penghujan yang dapat menggerus tanah.
Perlu diketahui juga bahwa jalur sukawana, jayagiri dan gunung putri merupakan jalur jalan yang sudah ada, memang sebagian tidak diperkeras oleh batu, dan selain itu disekitar jalur ini terdapat jalur-jalur setapak yang digunakan oleh sepeda motor bahkan roda empat yang saat ini dalam keadaan rusak parah.
Untuk itu mari kita bersama-sama menyadari bahwa ini adalah suatu peluang bagi kita pecinta alam untuk memberikan sumbangannya bagi tempat bermain kita.
Apabila ingin mengetahui lebih jauh mengenai daerah sukawana, anda boleh melihat Friend of The Sukawana di situs ini http://fots.blogsome.com/ , semoga terketuk hatinya untuk turut menyumbangkan tenaga.
rame yach sayang nggak ngajak sich
Petualangan yang mengasyikan….. ! dukung terus penghijauan
bisa mengguide kami (dijakarta) bila mau maen ke Bandung ya om….
(http://jurnaladventure.wordpress.com/)
tx
InsyaAllah, apabila tidak ada halangan. Sebenarnya tidak banyak yang bermain di Motor2an tapi ada beberapa yang suka dan tidak sering hanya sekali-kali saja. Soalnya banyak juga kegiatan lain sehingga tidak terpatok pada satu kegiatan.
Terimakasih sudah berkunjung ke web kami.